Para Martir Hukum Manusia

rose_in_caseApakah engkau adalah seseorang yang lahir dalam buaian kepedihan dan tumbuh dalam pangkuan kemalangan serta berada didalam rumah ketertindasan? Apakah engkau makan sekeping kerak yang mengering dengan olesan linangan air mata? Apakah engkau minum air keruh yang tercampur didalamnya darah dan air mata?

Apakah dirimu seorang tentara yang dipaksa oleh kerasnya hukum manusia sehingga mengabaikan istri dan anak lalu pergi menuju medan perang demi sebuah ketamakan yang oleh para pemimpinmu disebut tugas.

Apakah dirimu seorang penyair yang sening dengan repih-repih kehidupan, bahagia memiliki secarik kertas dan tinta, singgah dinegerimu sendiri bagi orang asing dan tidak diketahui oleh teman-temanmu?

Apakah engkau seorang narapidana, terkungkung dalam gelapnya penjara bawah tanah karena melakukan pelanggaran dan dikutuk oleh mereka yang mengaku ingin mengubah masyarakat namun dengan mencuri hak-hak mereka?

Apakah engkau seorang wnita, yang dikaruniai oleh Allah kecantikan ragawi tapi jatuh menjadi penguasa nafsu rendah orang kaya yang menipu dirimu dan membeli tubuhmu, namun tidak hatimu, lalu setelah itu mencampakanmu dalam kesengsaraan dan kepedihan?

Bila engkau adalah satu dari mereka ini, dirimu merupakan martir bagi hukum manusia. Engkau bernasib sial dan kesialanmu adalah buah ketidakadilan dari mereka yang kuat, kesewenang-wenangan sang tiran, kebrutalan orang kaya, dan kesombongan yang tamak dan cabul.

Hiburlah dirimu, temanku yang lemah, karena Kuasa Agung dibalik dan diatas dunia Materi ini, suatu kekuasaan yang terkandung semua keadilan, ampunan, kasih sayang, dan cinta.

Engkau laksana sekuntum bunga yang tumbuh mekardi tempat teduh. Semilir angin menerpa lembut dirimu dan benih-benihmu tersinari cahaya mentari, dimana engkau akan hidup lagi dalam keindahan.

Engkau adalah seperti pohon gundul terselimuti salju di musim dingin. Kemudian musim semi datang mengunjungimu, menyelimutkan baju hijau keseluruh tubuhmu. Kebenaran pun akan mengoyak selubung air mata yang menyembunyikan gelak tawamu. Kubawa engkau kepangkuanku, temanku yang berduka, aku menyayangimu dan aku akan hinakan para penindasmu.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s